Para Pendaur Ulang di Balik Tumpukan Plastik: The Pledge



Views:78573|Rating:4.98|View Time:11:41Minutes|Likes:1656|Dislikes:6
Masyarakat Indonesia mengonsumsi dan memakai jutaan ton plastik setiap tahunnya. Dari sekian banyak sampah yang dihasilkan, hanya sebagian kecil dapat dimanfaatkan ulang. Dalam episode “The Pledge”, sebuah seri video yang bekerja sama dengan AQUA, VICE Indonesia mengunjungi salah satu tempat pembuangan terbesar untuk tahu dalam persoalan ini.

Video, artikel sehari-hari, dan lebih banyak lagi: http://vice.co.id
Like VICE Indonesia di Facebook: http://fb.com/VICEID
Follow VICE Indonesia di Twitter: http://twitter.com/vice_id
Follow kami di Instagram: http://instagram.com/viceind

You may also like...

36 Responses

  1. Pur Wanti says:

    Seharusnya ada pembagian sampah donk… biar mudah di olah rakyat jg sdr jg hrs sadar akan sampah…

  2. Rizqi Said says:

    Kurang puas dengan jawaban dari bapak JUMHANA LUTHFI (Dinas Lingkungan Kota Bekasi).

  3. Wahyu Ady says:

    Dan sekarang bermasalah "lagi" dengan dki.
    Kemana dki mengalihkannya?

  4. Ubaydillah Syarif says:

    Ah gokil emang vice, pengen kerja disini deh hahahahha

  5. J.hO says:

    Nextnya bikin video pemerintah menanggapi "video yang udh dibikin" contohnya kaya gini… jd kek semacam reaction video gitu

  6. adelia pujianito says:

    Ini kan yg bisa diolah cuman plastik PET ya, nah nasibnya plastik yg bukan PET gmn? Apa ngga bisa diolah jg ya jadi benang2 plastik gt jg misalnya? nanyaserius

  7. KHAIRUNNISA PURBA says:

    baru tau ternyata dakron itu terbuat dri plastik botol. kesimpulan saya adalah plastik itu bukan masalah. selagi masih bisa diolah dan dimanfaatkan dgn sebaik2nya, plastik itu bukan musuh utama lingkungan. yang jadi masalah utama adalah manusianya. kita seharusnya sudah terbiasa untuk memilah sampah dengan baik sebelum dibuang ketempat pembuangan sampah. coba aja kalau seandainya sampah2 itu dibedakan berdasarkan jenisnya pasti gabakalan menggunung seperti itu. karena sampah daur ulang akan di daur ulang oleh pabrik2 pengolahannya. dan sampah2 seperti bahan organik bisa diolah untuk dijadikan kompos. sayangnya masyarakat kita tidak terbiasa dengan hal itu. dan pemerintah tampaknya belum menjadikan sampah sebagai salah satu masalah utama negeri saat ini. padahal sampah itu diproduksi setiap harinya dalam kuantitas yang sangat fantastis. mungkin nanti dimasa depan ketika sampah sudah benar2 menjadi masalah barulah dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk dicari solusinya.

  8. swss4rmy says:

    gila itu yg bawa excavator salut itu bukan tanah tapi tumpukan sampah yang bisa longsor ga kuat nahan beban traktornya

  9. Suhandha Arif says:

    Pas bikin gumpalan busa. Mirip proses bikin kembang gula. Tapi dalam bentuk yg sangat besar.

  10. putri lathifah says:

    Ohhhh mannn can someone please stop using plastic that’s so horrible

  11. GAWEO DEWE says:

    Lain-lain cantumkan background musik vidionya ya sukses terus buat vice

  12. sugix saputra says:

    Mbaknya cantik
    .
    .
    .
    .
    .
    Bukan hostnya :3

  13. Ail Syailendra says:

    nice video! di malang, ada yang namanya buangdisini platform bank sampah digital dan bisa bikin sampah menjadi sebuah sedekah (Crowdfunding). mungkin bisa di dukung karya anak bangsa yang seperti itu

  14. Queen Loui says:

    ini konten berfaedah

  15. Ranggi Arohmansani says:

    Gokil yah AQUA membuat pembenaran untuk kapitalisasi air tanah dengan dibarengi menyumbang sampah plastik terbanyak di Indonesia. you're guys f*cked up.

  16. Dicky Alfandy says:

    Bikin part 2 nya dong VICE. Penasaran sampah selain botol plastik bisa diolah jadi apa aja.

  17. Amsyary Skenza says:

    kalo udah jadi polyester udah ngak bisa di daur ulang lagi. livecycle plastiknya berenti di situ..

  18. Andieka Almasid says:

    Paling gampang mengurangi limbah plastik tuh dengan bawa tas sendiri kalau belanja, dan bawa sedotan sendiri (dari metal) kalau jajan minuman.

  19. Larr says:

    Semangat buat orang-orang yang selalu berpikiran untuk mengolah sampah, saluuutt!!

  20. Dany Tri Kusuma says:

    Waah jadi terinspirasi punya perusahaan pengolahaan sampah aku…

  21. danis wara says:

    Banyak yg nggak tahu kalau sebenarnya Indonesia juga SALAH SATU importir sampah dari Amerika paling besar se ASEAN. gara" rakyatnya nggak bisa memilah sampah dengan benar

  22. LORD YUDA says:

    6:06 crazy rich surabaya DETECTED HIYA HIYA HIYA

  23. Ayu Purnamasari says:

    Aku baru tahu ((":

  24. Asri Nisa Sakinah says:

    Semua kembali lagi dari diri sendiri, betul kata mba Christine ini PR bersama. Kalau pabrik sejenis ini ada di setiap kota bisa mengurangi sampah² plastik. Setidaknya dari sampah rumah tangga kita bisa memilah mana botol plastik, kemasan karton, kaleng, botol kaca dan ga harus semuanya berkahir ke TPA dan ditumpuk²​. Harus ada pengolahan sampah lanjutan seperti diluar negeri kan. Wah kapan ya Indonesia masyarakat nya peduli akan hal kecil seperti sampah ini? Semoga semuanya bisa sadar karena lambat laun jika tidak dijaga lingkungan akan berdampak nyata. Dan efek nya untuk semua makhluk hidup.

  25. Trie Haryanto says:

    Pekerjaan memulung sampah memang kotor. Tapi ini adalah pekerjaan halal dan menghasilkan duit.

  26. Laode Marzujriban says:

    my mom used to told when i was kid

    "kalau gak bisa buang bungkusnya di tempat sampah makan sekalian" -mama since 93

  27. sari dianita says:

    Fyi aja. Kali nanti tertarik buat bahas yang berhubungan dengan sampah juga. Disini krisis sampah medis. Numpuk. Mau dikirim ke insen mana, bingung. Insen RSUD nya sudah kewalahan dengan sampah mereka sendiri, saking banyaknya sampah dengan sedikitnya insen yg tersedia. Sedangkan untuk mendaur ulangnya tidak seperti sampah biasa :'(

  28. Aryan 13 says:

    hanya info saja, saya prnh buat tugas akhir kampus ngbahs bantar gebang disna, pada tahun 2014 seinget saya sampah dsana itu tingginya sudah menjapai 40-50 meter, tdk sesuai dengan perkataan bpk td yg dibilang 25 meter, dan juga untuk pemulung sana tidak dpat sepersen pun uang insentif dari pemerintah, dan sbenarnya dinas sana tdk memperbolehkan pemulung itu masuk, tapi tidak tahu ya dgn tahun skrg, dan jika ketinggian sampah hingga 60 meter bantar gebang akan ditutup namun pemerintah blm tau lagi akan di alokasikan dmn sampah2 nnti bertambah, sbenarnya sampah yg di bantar gebang tersebut paling banyak yaitu Jakarta.

  29. rino mardi says:

    yang dislike 3 ?

  30. raisya says:

    Kalau menurut gw sih, mengurangi sampah plastik itu sendiri lebih baik dari mendaur ulang, but anyway good job untuk orang- orang yang udah berkontribusi untuk lingkungan ( dalam bentuk atau cara apapun )

  31. musafak rosadi says:

    3:35 bagus banget pengambilan gambarnya

  32. Nadhira Saffana says:

    sedih bgt nontonnya yatuhan 🙁

  33. Anggara CANDRA SUKMA says:

    Tolong dong bikin video mengenai sampah di Bali yang mengkhawatirkan

  34. Sifa Fauzia says:

    Kebetulan lagi ikut riset tentang persampahan di kota sekitar Jkt. Wagelasih emang rumit banget keadaannya. Harus segera berbenah karena dari sistem yg dibuat pemerintah (pusat & daerah) belum bisa sejalan dg realitas yang ada di masyarakat.
    Pernah mampir ke TPA Bantargebang-nya Jkt, pengelolanya bilang kemampuan maksimal TPA nya hanya sampai 20-25 tahun yang akan datang. Jadi harus mulai dipikirin lagi teknologi lain untuk persampahan ini yang pastinya harus dibantu juga sama perilaku masyarakat

  35. Erik Utomo says:

    Dasar P L A S T I Q U E …

  36. Dimas Achmad says:

    wondering kalo sedotan & kantong plastik kresek bisa diolah lg ato engga. Kyknya itu lbh banyak drpd botol mineral

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *